-->

LOMBOK : THE PLACE U SHOULD VISIT IN INDONESIA!



Finally, setelah berharap dan memajang foto bandara lombok di depan meja belajar. Kesampean juga untuk terbang dan menginjakan kaki ke Lombok. Berbekal kenekatan, akhirnya saya pergi. Kesan pertama yang saya rasakan adalah lengangnya kendaraan yang berlalu lalang disekitar lombok. Tak ada terlalu banyak motor, mobil dan lain-lain. Dan sebagai seorang runners, langsung terbesit "Enak nih kalo bisa lari disini"

MAKANAN

Saya menggunakan travel saat liburan ke lombok ini. Maklum, baru pertama. Takut nyasar dan sebagainya. Untuk makanan, saya sempat mencoba beberapa restoran lokal yang makanannya super duper enak. Tak jauh-jauh memang dari sayur kangkung dan juga ayam taliwang. But, I love these kind of food so much! 

Cukup berbeda memang dari kangkung yang biasa orang pulau Jawa dst sajikan, tumis kangkung yang disajikan oleh daerah yang terkenal dengan wisata ramah muslimnya ini menggunakan kacang dan rasanya pun cukup pedas untuk lidah saya. Tapi untuk ayam taliwang yang menjadi makanan yang selalu dicari wisatawan setiap ke Lombok ini memang juaraa! Ayamnya empuk dan meskipun pedas, membuat saya tidak menyesal karena kepedasannya. Karena bukan cabe saja ya, ayam ini dilengkapi dengan rempah-rempah khas Lombok yang memang sedap.








Saat tiba di Bandara International Lombok sekitar pukul 10.00 pagi, saya langsung diajak menuju sebuah kampung dimana merupakan kampung pengrajin kain tenun dengan motif atau corak khas Lombok.

Kain tenun khas Lombok

Para ibu dan juga gadis dari daerah setempat sedang menenun kain 

Another pattern on kain tenun


Ibu penenun sedang menjelaskan proses penenunan kain
For your information, untuk para gadis dari daerah ini, diwajibkan untuk dapat menenun sebagai persyaratan dapat menikah atau berkeluarga. Kalau tidak salah, sudah menjadi sebuah hukum adat. Well, menurut saya ini adalah hal baik mengingat agar kain tenun khas Lombok akan selalu ada dan memiliki penerus hingga anak sampai cicit.
Untuk harga, bervariasi tergantung daripada kesulitan pola yang dibuat saat proses penenunan kain. Harga berkisar dari 100 ribu hingga 700 ribu untuk kain dan untuk baju yang sudah jadi dapat dibeli dari harga 100 ribu hingga 500 ribu rupiah.
Kesan pertama yang saya rasakan saat melihat kegigihan dan semangat kaum wanita menenun di tempat ini adalah sangat bangga dan menginspirasi saya. 


Untuk cerita perjalanan saya selanjutnya akan saya bagikan di postingan selanjutnya, Tunggu ya, kawan!



Share:

0 komentar